Dua Cara Utama Produksi Pestisida Nabati

Secara umum ada dua cara mudah untuk membuat membuat pestisida nabati yaitu perendaman untuk menghasilkan produk ekstrak dan penumbukan, pembakaran, pengerusan serta pengepresan untuk menghasilkan produk berupa pasta atau tepung. Kedua duanya memiliki kelebihan masing-masing. Namun demikian untuk alasan mempermudah kegiatan produksi pestisida, banyak petani yang memilih memproduksi dengan cara ekstraksi. Berikut beberapa contohnya :

1. Ekstrak Nimba

buah-dan-biji

nimba

Sasaran utama ekstrak nimba adalah hama yang sudah umum dikalangan petani seperti wereng batang coklat, penggerek batang, dan nematoda.
Bahan dan alat yang diperlukan adalah satu liter air, alkohol 70% 1 CC, biji nimba 50, penumbuk, dan spray. Cara pembuatannya relatif sederhana, biji nimba ditumbuk sampai halus lalu diaduk dengan alkohol, setelah benar-benar tercampur, adonan diencerkan dengan satu liter air. Sebelum diaplikasikan ke tanah, larutan ini diendapkan semalam lalu disaring agar tidak menyumbat spray. Hama yang terkena insektisida ini akan mati setelah 2 hari penyemprotan.

2. Ekstrak balengse
(nimba, lengkuas, serai)
Ekstrak campuran ini akan mengontrol penuh hama penyakit yang kerap menyengsarakan para petani. Bahan yang diperlukan antara lain 8 kg daun nimba, 6 kg lengkuas, 6 kg serai, kembang sepatu secukupnya sebagai perekat.
Tumbuk daun nimba, lengkuas, dan serai sampai halus lalu dilarutkan ke dalam 20 liter air dan didiamkan selama semalam. Selanjutnya larutan disaring dan diencerkan dengan 60 liter air. Larutan sebanyak ini cukup untuk 1 ha lahan pertanian.

3. Ekstrak sirtem
(sirih dan tembakau)
Ekstrak ini efektif untuk memberantas ulat dan belalang.
Bahan yang diperlukan adalah 50 lembar daun sirsak, 5 lembar daun tembakau basah atau satu genggam tembakau kering, 20 liter air dan kembang sepatu sebagai perekat.
Daun sirsak dan daun tembakau ditumbuk sampai halus lalu dicampur dengan air dan diaduk hingga rata. Setelah rata bahan didiamkan semalam. Untuk pemakaian larutan disaring kemudian diencerkan dengan 50-60 liter air.

4. Ekstrak gatem
(gadung dan tembakau)

DSC03295 DSC03218

Dengan bahan yang relatif sederhana ramuan ekstrak gatem ini bisa diandalkan semaksimal mungkin untuk menghalau serangan wereng hijau, wereng batang coklat, dan beberapa jenis belalang lainnya. Untuk membuatnya cukup sediakan 1 kg umbi gadung, 1 ons tembakau, dan air secukupnya.
Gadung yang telah dikupas kemudian diparut lalu ditambah dengan satu liter air dan dibiarkan selama sehari semalam. Pada saat bersamaan 1 ons tembakau direndam dalam setengah liter air dan dibiarkan selama sehari semalam.
Selanjutnya kedua bahan tersebut dicampur dan diaduk hingga merata dan disaring. Ekstrak getam diencerkan dengan dosis 2 – 2,5 gelas (sekitar setengah liter) untuk satu tangki sprayer.

5. Ektrak gatubrotemsi
(gadung, tuba, brotowali, tembakau, dan sirih)

brotowali

brotowali (atas) Tuba (bawah)

IMG_0177

Ekstrak gatubrotemsi bisa dibilang dahsyat. Bayangkan hanya dengan 1 kg umbi gadung, 1 ons tembakau, 1 ruas akar tuba, 1 ons brotowali, dan segenggam daun sirih mampu membasmi ulat-ulat padi, walang sangit, dan kepinding tanah.

Cara pembuatannya pun sangat mudah, yakni gadung dikupas, dicuci dan diparut, tuba dan brotowali dipotong lalu ditumbu, daun sirih diremas remas dan ditambah dengan 3 liter air, tembakau dipotong potong dan ditumbuk.
Semua bahan tersebut dicampur, dimasukan ke dalam panci dan direbus hingga mendidih, didinginkan dan disaring. Larutan siap digunakan dengan dosis 50-60 cc/ tangki (14 liter)

Sources : agrobis

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: