Vermikompos (Kompos Cacing Tanah) bagian 2

Metode Pembuatan Vermikompos

Pembuatan vermikompos dapat dibagi menjadi 6 tahapan

1. Persiapan alat dan bahan

Bahan dan peralatan yang digunakan diantaranya cacing Lumbricus rubellus atau Eisenia foetida, wadah untuk pengomposan bisa berupa kotak kayu atau plastik, saringan/ayakan, thermometer, dan alat pencacah sampah.

2. Tahap pengumpulan bahan berupa sampah/limbah oganik

Kumpulkan sampah-sampah organik yang berasal dari sampah daun, rumput-rumputan, jerami, sisa sayuran, ataupun sisa makanan (sampah rumah tangga) dan sampah pasar dalam satu tempat, bisa berupa tong ataupun galian tanah. Dapat juga digunakan kotoran ternak (sapi, kerbau, kambing, domba, ayam, kuda dll) yang memiliki kandungan unsur N yang tinggi. Untuk bahan kompos ini upayakan untuk tidak memasukkan sampah seperti sisa-sisa daging, tulang, makanan berminyak, plastik, dan sampah non organik karena cacing tidak dapat mencerna bahan-bahan tersebut.

3. Tahap Fermentasi/Pengomposan

• Sampah organik yang telah dikumpulkan di cacah hingga menjadi bagian bagian kecil. Pencacahan dan pencampuran harus dilakukan agar bahan menjadi lebih homogen sehingga lebih mudah diuraikan oleh mikroorganisme.
• Setelah homogen, sampah organik kemudian ditumpuk secara bergantian antara sampah dedaunan dan kotoran ternak dengan volume tumpukan kira-kira 1m x 1m x 1m atau sesuai kebutuhan.
• Setelah penumpukan selesai selanjutnya ditutup dengan terpal ataupun plastik. Kompos sebaiknya diaduk 3 hari sekali selama kurang lebih 3 minggu.
• Setelah 3 minggu, kompos dasar telah siap digunakan sebagai media hidup cacing.

4. Tahap komposting sampah oleh cacing

Jenis cacing tanah yang dapat digunakan yaitu Lumbricus rubellus atau Eisenia foetida. Proses pengomposan dilakukan dengan memasukkan kompos dasar ke dalam ember/wadah yang memadai kemudian masukkan cacing yang sudah disiapkan ke dalam wadah tersebut. Cacing akan mencerna bahan kompos hingga terbentuk butiran-butiran kecil. Dalam waktu 3 minggu vermikompos sudah siap di panen.

5. Kelembapan

Kelembapan diupayakan sekitar 40-50% dengan pH 6,3-7,5, dan suhu 20-30°C. Untuk memperoleh hasil yang baik upayakan wadah vermikompos di simpan di tempat yang perubahan suhunya tidak terlalu tajam.

6. Pemanenan

Pemanenan vermikompos dilakukan dengan cara menumpahkan isi wadah kompos ke tanah yang diberi alas plastik membentuk gundukan menyerupai gunung dan biarkan beberapa saat. Proses ini dilakukan pada siang hari di bawah cahaya matahari terik. Cacing akan pindah ke bagian dasar gunungan untuk menghindari cahaya matahari. Vermikompos dapat diambil mulai dari puncak gundukan setiap setengah jam hingga yang tersisa adalah cacing. Cacing tersebut dapat dipindahkan ke media yang baru.
Vermikompos yang diperoleh dikeringkan dan diayak untuk menjaring kokon (telur) dan cacing muda serta bahan organik yang belum terurai. Kokon dan cacing muda dimasukkan ke dalam media baru. Vermikompos yang sudah disaring merupakan pupuk yang kaya akan unsur hara makro dan bakteri pengikat nitrogen.

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: